Rabu, 11 November 2020

Artikel Ilmiah tentang "KELUAR DARI “ZONA NYAMAN COPY-PASTE” MENUJU “ZONA BELAJAR MENGAJAR ONLINE” DI MASA PANDEMI COVID 19

 A. PENGANTAR

      Merebaknya wabah Covid-19 ke Indonesia pada pertengahan Maret 2020, memberikan dampak yang sangat besar dan perubahan pada segala aspek kehidupan dan Salah satunya adalah merubah tatanan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.Sehingga dengan situasi dan kondisi seperti ini dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah guna meminimalisir penularan wabah Covid-19.

     Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa Guru PAK dan Peserta didik .Tantangan bagi Guru PAK salah satunya adalah harus keluar dari zona nyamannya yakni “Zona Copy-Paste” begitu juga dengan sebaliknya  terhadap  Peserta Didik,Lantaran pembelajaran daring yang tidak pernah dilakukan dan Jaringan internet yang kurang stabil menjadi salah satu tantangannya.Bagi para peserta didik di perkotaan, pembelajaran daring mungkin tidak terlalu menjadi masalah.Berbeda dengan peserta didik  yang tinggal di pedesaan atau perkampungan di mana jaringan internet belum meluas ditambah lagi dengan keadaan perekonomian  peserta didik yang pas-pasan serta penguasaan IPTEK yang terbatas .Meski demikian, Guru PAK tetap memiliki tanggungjawab mendidik dan mengajar sampai Peserta didik benar-benar dapat memahami materi yang diajarkan karena panggilan untuk Guru PAK bukan hanya untuk melayani sesame saja tetapi kegiatan Belajar Mengajarnya merupakan pertanggungjawaban kepada Tuhan.

     Guru PAK juga dituntut harus mampu mengendalikan konsentrasi peserta didiknya walaupun tidak bertemu secara langsung.Hal ini tentu dapat dilakukan bagi para Guru PAK yang memiliki visi misi yang tepat dan Guru PAK yang menanamkan empat kompetensi guru dalam dirinya yaitu Pedagogik, Keterampilan, Profesional dan Kepribadian.Meskipun proses pembelajaran daring tidak seefektif proses pembelajaran langsung, seorang guru harus dapat mencari cara dan menyiasati bagaimana agar kualitas belajar tetap baik.

      Untuk menghasilkan kualitas belajar Peserta Didik yang terbaik, mengutip  dari apa yang disampaikan oleh Pak Nadiem sang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan “Semua Guru termasuk didalamnya Guru PAK harus terus berinovasi dan meningkatkan metode pengajaran setiap saat”dan menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam semua usaha yang dilakukan. Sesuai dengan pendapat Pak Nadiem “Seperti halnya Peserta didik, inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya”,yang terpentingnya dapat melihat perubahan dan mau berubah, pentingnya bergerak dan aktif, tidak monoton dan berharap kepada  sistem.

        B.PERSEPSI GURU PAK DALAM MENGHADAPI DAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN ONLINE

        Masa Pandemi Covid 19 ini ternyata membawa pengaruh yang cukup besar dalam Kegiatan Belajar Mengajar khususnya bagi Guru PAK saat ini,apabila disadari semua pihak ,menurut pengamatan dilapangan ,ada 2 model kelompok Guru PAK yang mengalami bentukan  ditengah masa pandemi covid 19 ini,yaitu:

1.Guru PAK yang KetinggalanZaman                                                                                                                                                                                

        Model Guru PAK yang seperti ini  ini adalah kumpulan model Guru-guru PAK yang masih gagap bahkan ada yang sama sekali belum bisa mengoperasikan  KBM dengan sistem Online,ini disebabkan selama ini tinggal dalam zona nyaman copy-paste yang dimiliki oleh Guru PAK yang bersangkutan, misalnya sebelum terjadinya Pandemi Covid 19, apabila Guru PAK membutuhkan sesuatu informasi  ataupun mempersiapkan Perangkat Belajar Mengajar cukup hanya menggunakan “System Zona Nyaman Copy-Paste “ dengan alasan mempersingkat waktu karena banyaknya urusan dari Guru PAK yang bersangkutan.                                                                                                 

Akibat dari Masa Pandemi Covid 19 ini ,mengakibatkan system Pembelajaran Online bagi sebahagian Guru khususnya Guru PAK yang ketinggalan Zaman,menjadi sebuah siksaan ataupun hukuman karena adanya beban berat yang harus dipikul karena sudah terlalu lama terlena dalam Zona Nyaman Copy-Paste.Dan tidak mengherankan sebahagian dari Guru khususnya Guru PAK karena ketertinggalannya dalam segala hal akhirnya mencari tenaga bayaran untuk mengoperasikan Pembelajaran Sistem Online

Namun masih ada juga sebahagian Guru PAK yang ketinggalan Zaman masih menyadari bahwa situasi yang sulit sekarang ini memaksa mereka untuk mau atau tidak mau harus mengikuti dan melaksanakan KBM sistem Online dengan mau mengambil sikap menempatkan diri bukan saja sebagai Tenaga Pengajar tapi mampu menempatkan diri juga sebagai Peserta Didik yang mau belajar sesuai dengan tuntutan dari dunia Pendidikan saat ini supaya mampu keluar dari zona nyaman Copy-Paste menuju Zona Belajar Mengajar Online.

2.Guru PAK yang Mampu Mengikuti Zaman                                                                                                                                        

Model Guru PAK yang seperti ini adalah kumpulan model Guru-guru PAK yang sama sekali mampu mengikuti bahkan mengoperasikan  KBM dengan sistem Online walaupun belum sempurna, namun setidaknya KBM sistem Online dilapangan dapat  berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini .Situasi sulit sekarang ini menjadikan Guru PAK yang mampu mengikuti Zaman menjadi motivasi bagi mereka untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh Guru PAK yang bersangkutan sehingga Guru PAK  memanfaatkan kesempatan untuk mau belajar dan terus belajar supaya mampu memenuhi kebutuhan dari Peserta Didik Guru PAK yang bersangkutan.                                                                                                

Namun yang terpenting setelah itu adalah bagaimana semua pihak merefleksikan dan meningkatkan metode pengajaran di tengah pandemi ini.Lalu bagaimanakah cara menjadi Guru PAK yang inovatif di masa pandemic covid-19 ini?

Pembelajaran yang inovatif di masa pandemi dapat dilakukan dengan berbagai cara.Salah satunya kita sebagai tenaga pendidikan profesional harus bisa mengkolaborasikan berbagai metode, diantaranya guru bertindak sebagai tutor jarak jauh, murid sebagai media yang dapat belajar secara daring dengan
bimbingan guru, dan orang tua. Difungsikan sebagai tutor pengganti Guru di sekolah yang memantau perkembangan belajar anak dan yang terpenting komunikasi antara Guru PAK ,Peserta  didik dan Orang tua di masa pandemi ini harus benar-benar terjalin. Jika komunikasi tidak berjalan, maka proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi ini akan dianggap gagal.

3.SUMBER-SUMBER PENELITIAN TERHADAP GURU DALAM MENGOPERASIKAN PEMBELAJARAN  SISTEM ONLINE

Sumber-sumber yang ada dilapangan sebagai bukti bahwa masih banyaknya Guru-guru termasuk didalamnya Guru PAK yang masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan KBM dengan sistem online dan diantaranya dapat kita baca bagian yang dibawah ini.

1.Kemendikbud ,mengakui bahwa 60 Persen Guru Kesulitan PJJ ,informasi dari  Radar Banyumas,SABTU, 24 OKTOBER 2020 ,Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Praptono JAKARTA .

Sejak diberlakukan pada 16 maret 2020 hingga saat ini, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)secara daring nampaknya masih menjadi beban berat bagi Guru dan tidak menutup kemungkinan juga bagi Guru PAK maupun Peserta Didik. Kendala yang dihadapi mulai dari kompetensi guru menggunakan perangkat TIK hingga ketersediaan jaringan internet maupun telepon yang tidak stabil. Kemudian, problem kepemilikan sarana belajar berupa gadget oleh para Peserta didik
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/kemendikbud-akui-60-persen-guru-kesulitan-pjj/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
.Hasil Survei dari Pihak-pihak yang Respon terhadap Pembelajaran system Online

2.86 Persen Guru Tak Kenal Aplikasi, Potensi Pemborosan Subsidi Kuota Radar Banyumas SENIN, 5 OKTOBER 2020 ILUSTRASI Guru JAKARTA – Masih banyak Guru yang tidak mengenal aplikasi di kuota belajar yang diberikan pemerintah. Karenanya, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus kembali ditinjau ulang. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei pada 2-3 Oktober. Hasil survei menyebutkan masih banyak Peserta Didik dan Guru yang tidak mengenal aplikasi yang bisa digunakan dengan bantuan Kuota Belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).       Sumber: https://radarbanyumas.co.id/86-persen-guru-tak-kenal-aplikasi-potensi-pemborosan-subsidi-kuota/Copyright © Radarbanyumas.co.id

D.CARA MENJADI GURU PAK YANG INOVATIF DIMASA PANDEMI COVID 19

Setiap masalah pasti ada solusinya seperti halnya bagi Guru PAK yang ketinggalan Zaman karena pengaruh zona nyaman Copy-Paste ,Berikut hal-hal yang harus dilakukan oleh Guru PAK berikut ini untuk mampu mengejar ketertinggalannya dalam mengoperasikan pembelajaran Online yaitu:

1.Adanya bimbingan khusus bagi Guru PAK  untuk mengelola platform media pembelajaran yang Interaktif                            2.Ikut berperan serta dalam kegiatan Weninar yang diselenggarakan oleh pihak manapun yang berkaitan dengan KMB online                                                                                                                                                                                                                                    3. Menempatkan diri sebagai peserta didik yang mau belajar dari berbagai sumber informasi khusunya yang berkaitan dengan metode Pembelajaran yang Interaktif dan kreatif

 

E.KESIMPULAN

Ukuran Keberhasilan seorang Guru PAK bukan saja dilihat dari kwmampuan secara teoritis nya dalam Menyusun perangkat belajar tetapi keberhasilan Guru PAK adalah dapat dilihat dari cara mengaplikasikan teoritisnya dilapangan khususnya dimasa Pandemi covid 19 ini Guru PAK dituntut untuk mampu mengoperasikan KMB dengan system Online dengan mempergunakan platform media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dari dunia Belajar sehingga materi yang dipersiapkan oleh Guru PAK menjadi tersampaikan dan mendapar respon adanya timbal balik dari Peserta didik dalam KMB Jarak Jauh atau dengan system Online

Untuk itu mari semua Para Guru PAK terlebih dahulu mampu menjadi Motivator  bagi diri sendiri sehingga untuk kelanjutannya dapat menjadi motivator bagi orang lain khususnya Peserta Didik sebab seorang Guru PAK punya beban dan tugas bukan saja untuk mencari kebutuhan sendiri tetapi untuk menjadikan semua bangsa menjadi  Murid Kristus [Matius 28:19-20]

F.SARAN-SARAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini,maka penulis menyampaikan beberapa saran penting untuk peningkatan Kompetensi Guru PAK dalam mengoperasikan KBM dengan system Online sebagai berikut:

1.Mau dan mampu membuka diri dengan perkembangan teknologi sekarang ini khususnya kemajuan dalam bidang Pendidikan yang berbasis Online

2.Mampu menempatkan diri sebagai peserta didik yang punya keinginan untuk mencari sumber yang baru dan belajar untuk memahami dan menguasai nya sampai pada tahap praktek dilapangan .

3.Mampu memanfatkan kesempatan demi kesempatan dalam memanfaatkan waktu untuk mengikuti Webinar yang diselenggarakan oleh Pihak manapun sejauh masih dalam konteks memajukan kompetensi Guru PAK yang bersangkutan

4.Mampu dan mau menghilangkan dan meninggalkan budaya kerja “Zona nyaman Copy-Paste “ menuju budaya kerja “Zona Belajar Mengajar system Online”.

G.REFERENSI

 1. Sumber ALKITAB

 2. Sumber Internet

 3. Sumber: https://radarbanyumas.co.id/kemendikbud-akui-60-persen-guru-kesulitan-pjj/

 4.Sumber: https://radarbanyumas.co.id/86-persen-guru-tak-kenal-aplikasi-potensi-pemborosan-subsidi-     kuota/Copyright © Radarbanyumas.co.id

 

 

                                                                    

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar