A. PENGANTAR
Merebaknya wabah Covid-19 ke Indonesia
pada pertengahan Maret 2020, memberikan dampak yang sangat besar dan
perubahan pada segala aspek kehidupan dan Salah satunya adalah merubah tatanan
pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.Sehingga dengan situasi dan kondisi
seperti ini dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah
guna meminimalisir penularan wabah Covid-19.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa Guru PAK dan Peserta
didik .Tantangan bagi Guru PAK salah satunya adalah harus keluar dari zona
nyamannya yakni “Zona Copy-Paste” begitu juga dengan sebaliknya terhadap
Peserta Didik,Lantaran pembelajaran daring yang tidak pernah dilakukan dan
Jaringan internet yang kurang stabil menjadi salah satu tantangannya.Bagi para peserta
didik di perkotaan, pembelajaran daring mungkin tidak terlalu menjadi masalah.Berbeda
dengan peserta didik yang tinggal di
pedesaan atau perkampungan di mana jaringan internet belum meluas ditambah lagi
dengan keadaan perekonomian peserta
didik yang pas-pasan serta penguasaan IPTEK yang terbatas .Meski demikian, Guru
PAK tetap memiliki tanggungjawab mendidik dan mengajar sampai Peserta didik benar-benar
dapat memahami materi yang diajarkan karena panggilan untuk Guru PAK bukan
hanya untuk melayani sesame saja tetapi kegiatan Belajar Mengajarnya merupakan
pertanggungjawaban kepada Tuhan.
Guru PAK juga dituntut harus mampu
mengendalikan konsentrasi peserta didiknya walaupun tidak bertemu secara
langsung.Hal ini tentu dapat dilakukan bagi para Guru PAK yang memiliki
visi misi yang tepat dan Guru PAK yang menanamkan empat kompetensi guru dalam
dirinya yaitu Pedagogik, Keterampilan, Profesional dan Kepribadian.Meskipun
proses pembelajaran daring tidak seefektif proses pembelajaran langsung,
seorang guru harus dapat mencari cara dan menyiasati bagaimana agar kualitas
belajar tetap baik.
Untuk menghasilkan kualitas belajar Peserta
Didik yang terbaik, mengutip dari apa
yang disampaikan oleh Pak Nadiem sang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
mengatakan “Semua Guru termasuk didalamnya Guru PAK harus terus berinovasi dan
meningkatkan metode pengajaran setiap saat”dan menyadari bahwa tidak ada yang
sempurna dalam semua usaha yang dilakukan. Sesuai dengan pendapat Pak Nadiem
“Seperti halnya Peserta didik, inilah saatnya guru dan orang tua berinovasi
dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya”,yang terpentingnya
dapat melihat perubahan dan mau berubah, pentingnya bergerak dan aktif, tidak
monoton dan berharap kepada sistem.
B.PERSEPSI GURU PAK DALAM MENGHADAPI
DAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN ONLINE
Masa Pandemi Covid 19 ini ternyata
membawa pengaruh yang cukup besar dalam Kegiatan Belajar Mengajar khususnya
bagi Guru PAK saat ini,apabila disadari semua pihak ,menurut pengamatan
dilapangan ,ada 2 model kelompok Guru PAK yang mengalami bentukan ditengah masa pandemi covid 19 ini,yaitu:
1.Guru PAK yang
KetinggalanZaman
Model Guru PAK yang seperti ini ini adalah kumpulan model Guru-guru PAK yang masih
gagap bahkan ada yang sama sekali belum bisa mengoperasikan KBM dengan sistem Online,ini disebabkan selama
ini tinggal dalam zona nyaman copy-paste yang dimiliki oleh Guru PAK yang
bersangkutan, misalnya sebelum terjadinya Pandemi Covid 19, apabila Guru PAK
membutuhkan sesuatu informasi ataupun
mempersiapkan Perangkat Belajar Mengajar cukup hanya menggunakan “System
Zona Nyaman Copy-Paste “ dengan alasan mempersingkat waktu karena
banyaknya urusan dari Guru PAK yang bersangkutan.
Akibat dari
Masa Pandemi Covid 19 ini ,mengakibatkan system Pembelajaran Online bagi
sebahagian Guru khususnya Guru PAK yang ketinggalan Zaman,menjadi sebuah
siksaan ataupun hukuman karena adanya beban berat yang harus dipikul karena sudah
terlalu lama terlena dalam Zona Nyaman Copy-Paste.Dan tidak mengherankan
sebahagian dari Guru khususnya Guru PAK karena ketertinggalannya dalam segala
hal akhirnya mencari tenaga bayaran untuk mengoperasikan Pembelajaran Sistem
Online
Namun masih ada
juga sebahagian Guru PAK yang ketinggalan Zaman masih menyadari bahwa situasi
yang sulit sekarang ini memaksa mereka untuk mau atau tidak mau harus mengikuti
dan melaksanakan KBM sistem Online dengan mau mengambil sikap menempatkan diri
bukan saja sebagai Tenaga Pengajar tapi mampu menempatkan diri juga sebagai Peserta
Didik yang mau belajar sesuai dengan tuntutan dari dunia Pendidikan saat ini
supaya mampu keluar dari zona nyaman Copy-Paste menuju Zona Belajar Mengajar
Online.
2.Guru PAK yang Mampu Mengikuti Zaman
Model Guru
PAK yang seperti ini adalah kumpulan model Guru-guru PAK yang sama sekali mampu
mengikuti bahkan mengoperasikan KBM
dengan sistem Online walaupun belum sempurna, namun setidaknya KBM sistem
Online dilapangan dapat berjalan dengan
baik dan lancar sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini .Situasi sulit
sekarang ini menjadikan Guru PAK yang mampu mengikuti Zaman menjadi motivasi
bagi mereka untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh Guru PAK
yang bersangkutan sehingga Guru PAK memanfaatkan kesempatan untuk mau belajar dan
terus belajar supaya mampu memenuhi kebutuhan dari Peserta Didik Guru PAK yang
bersangkutan.
Namun yang
terpenting setelah itu adalah bagaimana semua pihak merefleksikan dan
meningkatkan metode pengajaran di tengah pandemi ini.Lalu bagaimanakah cara
menjadi Guru PAK yang inovatif di masa pandemic covid-19 ini?
Pembelajaran
yang inovatif di masa pandemi dapat dilakukan dengan berbagai cara.Salah
satunya kita sebagai tenaga pendidikan profesional harus bisa mengkolaborasikan
berbagai metode, diantaranya guru bertindak sebagai tutor jarak jauh, murid
sebagai media yang dapat belajar secara daring dengan
bimbingan guru, dan orang tua. Difungsikan sebagai tutor pengganti Guru di
sekolah yang memantau perkembangan belajar anak dan yang terpenting komunikasi
antara Guru PAK ,Peserta didik dan Orang
tua di masa pandemi ini harus benar-benar terjalin. Jika komunikasi tidak
berjalan, maka proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi ini akan
dianggap gagal.
3.SUMBER-SUMBER PENELITIAN TERHADAP GURU DALAM MENGOPERASIKAN PEMBELAJARAN
SISTEM ONLINE
Sumber-sumber
yang ada dilapangan sebagai bukti bahwa masih banyaknya Guru-guru termasuk
didalamnya Guru PAK yang masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan KBM
dengan sistem online dan diantaranya dapat kita baca bagian yang dibawah ini.
1.Kemendikbud ,mengakui bahwa 60 Persen Guru Kesulitan PJJ ,informasi
dari Radar Banyumas,SABTU, 24 OKTOBER
2020 ,Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Ditjen Guru dan
Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
Praptono JAKARTA .
Sejak diberlakukan pada 16 maret 2020 hingga saat ini,
pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)secara daring nampaknya masih menjadi
beban berat bagi Guru dan tidak menutup kemungkinan juga bagi Guru PAK maupun Peserta
Didik. Kendala yang dihadapi mulai dari kompetensi guru menggunakan perangkat
TIK hingga ketersediaan jaringan internet maupun telepon yang tidak stabil.
Kemudian, problem kepemilikan sarana belajar berupa gadget oleh para Peserta
didik
Sumber: https://radarbanyumas.co.id/kemendikbud-akui-60-persen-guru-kesulitan-pjj/
Copyright © Radarbanyumas.co.id.Hasil Survei dari Pihak-pihak yang Respon terhadap Pembelajaran system
Online
2.86 Persen Guru Tak
Kenal Aplikasi, Potensi Pemborosan Subsidi Kuota Radar Banyumas SENIN, 5
OKTOBER 2020 ILUSTRASI Guru JAKARTA – Masih banyak Guru yang tidak mengenal
aplikasi di kuota belajar yang diberikan pemerintah. Karenanya, sistem
pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus kembali ditinjau ulang. Federasi Serikat
Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei pada 2-3 Oktober. Hasil survei
menyebutkan masih banyak Peserta Didik dan Guru yang tidak mengenal aplikasi
yang bisa digunakan dengan bantuan Kuota Belajar dari Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sumber: https://radarbanyumas.co.id/86-persen-guru-tak-kenal-aplikasi-potensi-pemborosan-subsidi-kuota/Copyright © Radarbanyumas.co.id
D.CARA MENJADI GURU PAK YANG INOVATIF
DIMASA PANDEMI COVID 19
Setiap masalah pasti ada solusinya
seperti halnya bagi Guru PAK yang ketinggalan Zaman karena pengaruh zona nyaman
Copy-Paste ,Berikut hal-hal yang harus dilakukan oleh Guru PAK berikut ini untuk
mampu mengejar ketertinggalannya dalam mengoperasikan pembelajaran Online
yaitu:
1.Adanya bimbingan khusus bagi Guru PAK untuk mengelola platform media pembelajaran yang Interaktif 2.Ikut berperan serta dalam kegiatan Weninar yang diselenggarakan oleh pihak manapun yang berkaitan dengan KMB online 3. Menempatkan diri sebagai peserta didik yang mau belajar dari berbagai sumber informasi khusunya yang berkaitan dengan metode Pembelajaran yang Interaktif dan kreatif
E.KESIMPULAN
Ukuran Keberhasilan seorang Guru PAK bukan saja dilihat dari
kwmampuan secara teoritis nya dalam Menyusun perangkat belajar tetapi
keberhasilan Guru PAK adalah dapat dilihat dari cara mengaplikasikan
teoritisnya dilapangan khususnya dimasa Pandemi covid 19 ini Guru PAK dituntut
untuk mampu mengoperasikan KMB dengan system Online dengan mempergunakan
platform media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dari dunia Belajar
sehingga materi yang dipersiapkan oleh Guru PAK menjadi tersampaikan dan
mendapar respon adanya timbal balik dari Peserta didik dalam KMB Jarak Jauh
atau dengan system Online
Untuk itu mari semua Para
Guru PAK terlebih dahulu mampu menjadi Motivator bagi diri sendiri sehingga untuk kelanjutannya
dapat menjadi motivator bagi orang lain khususnya Peserta Didik sebab seorang
Guru PAK punya beban dan tugas bukan saja untuk mencari kebutuhan sendiri
tetapi untuk menjadikan semua bangsa menjadi
Murid Kristus [Matius 28:19-20]
F.SARAN-SARAN
Berdasarkan hasil dan
pembahasan penelitian ini,maka penulis menyampaikan beberapa saran penting
untuk peningkatan Kompetensi Guru PAK dalam mengoperasikan KBM dengan system
Online sebagai berikut:
1.Mau dan mampu membuka
diri dengan perkembangan teknologi sekarang ini khususnya kemajuan dalam bidang
Pendidikan yang berbasis Online
2.Mampu menempatkan diri
sebagai peserta didik yang punya keinginan untuk mencari sumber yang baru dan
belajar untuk memahami dan menguasai nya sampai pada tahap praktek dilapangan .
3.Mampu memanfatkan
kesempatan demi kesempatan dalam memanfaatkan waktu untuk mengikuti Webinar
yang diselenggarakan oleh Pihak manapun sejauh masih dalam konteks memajukan
kompetensi Guru PAK yang bersangkutan
4.Mampu dan mau
menghilangkan dan meninggalkan budaya kerja “Zona nyaman Copy-Paste “ menuju
budaya kerja “Zona Belajar Mengajar system Online”.
G.REFERENSI
1. Sumber ALKITAB
2. Sumber Internet
3. Sumber: https://radarbanyumas.co.id/kemendikbud-akui-60-persen-guru-kesulitan-pjj/
4.Sumber: https://radarbanyumas.co.id/86-persen-guru-tak-kenal-aplikasi-potensi-pemborosan-subsidi- kuota/Copyright © Radarbanyumas.co.id








